Tampilkan postingan dengan label Tutorial Crochet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial Crochet. Tampilkan semua postingan

22 Oktober 2008

Mengenal Teknik & Pola Crochet / Merajut

Crochet atau biasa kita kenal dengan merajut sudah sangat familiar di telinga kita. Selain karena tidak membutuhkan biaya yang banyak untuk membuatnya, merajut juga sudah biasa dilakukan di lingkungan rumah kita.

1. Alat dan bahan

JARUM HAKKEN


BENANG

JARUM JAHIT


GUNTING

2. Teknik Merajut

2.a. Cara memegang jarum hakken

Ada 2 macam cara memegang jarum hakken yaitu seperti memegang pensil dan seperti memegang pisau. Kedua cara tersebut bisa digunakan sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan kita memegang jarum hakken.



2.b. Istilah dan macam-macam pola dasar merajut

No

Pola

Istilah

Keterangan

1


ch (chain)

Tusuk rantai

2


sc (single crochet)

Tusuk tunggal

3


hdc (half double crochet)

Setengah tusuk ganda

4


dc (double crochet)

Tusuk ganda

5

trc (treble/ triple crochet)

Tusuk triple




Simpul awal

Simpul awal diperlukan untuk memulai rajutan. Simpul awal dibuat dengan membentuk lingkaran kecil benang yang salah satu ujungnya dikaitkan pada jarum hakken agar simpul benang tidak terlepas.





ch (chain) / Tusuk rantai




Langkah-langkah membuat ch (chain) / tusuk rantai

(1) Buat simpul awal di tangan kiri dan kaitkan benang panjang di ujung jari telunjuk. Kaitkan jarum hakken pada benang panjang dan tarik melewati lubang simpul awal

(2) Ulangi langkah (1) untuk membuat jumlah rantai yang diperlukan.

Perhitungan jumlah tusuk rantai tidak termasuk simpul awal. Tusuk rantai merupakan pondasi awal / dasar dalam merajut karena barisan rajut terletak diatasnya. Selain itu, tusuk rantai juga dapat digunakan sebagai lompatan dan lubang rajut.



sc (single crochet)





Langkah-langkah membuat sc (single crochet) / tusuk tunggal

(1) Buat tusuk rantai sebagai dasar dan masukkan jarum hakken ke lubang rantai nomor 2 sebelum lubang rantai yang terkait pada jarum hakken.

(2) Kaitkan jarum hakken pada benang panjang dan tarik melalui lubang rantai.

(3) Ulangi langkah (1) dan (2) untuk membuat tusuk tunggal berikutnya.

(4) Buat panjang tusuk tunggal sesuai dengan kebutuhan.




hdc (half double crochet )






Langkah-langkah membuat hdc (half double crochet) / setengah tusuk ganda

(1) Buat tusuk rantai sebagai dasar , buat 1 putaran benang pada jarum hakken kemudian masukkan jarum hakken ke lubang rantai nomor 3 sebelum lubang rantai yang terkait pada jarum hakken.

(2) Kaitkan jarum hakken pada benang panjang dan tarik melalui lubang rantai sampai membentuk 3 loop / 3 putaran.

(3) Tarik benang panjang melewati 3 loop sekaligus.

(4) Buat panjang setengah tusuk ganda sesuai dengan kebutuhan.


hdc (half double crochet) / setengah tusuk ganda adalah tusuk rajjut yang panjangnya antara sc (single crochet) / tusuk tunggal dan dc (double crochet) / tusuk ganda.


dc (double crochet)







Langkah-langkah membuat dc (double crochet) / tusuk ganda

(1) Buat tusuk rantai sebagai dasar , buat 1 putaran benang pada jarum hakken kemudian masukkan jarum hakken ke lubang rantai nomor 4 sebelum lubang rantai yang terkait pada jarum hakken.

(2) Kaitkan jarum hakken pada benang panjang dan tarik melalui lubang rantai sampai membentuk 3 loop / 3 putaran.

(3) Tarik benang panjang melewati 2 loop.

(4) Tarik lagi benang panjang melewati 2 loop terakhir sehingga membentuk 1 double tusuk ganda.

(5) Buat panjang setengah tusuk ganda sesuai dengan kebutuhan


Panjang double crochet adalah 2 kali panjang single crochet. Double crochet paling banyak dipakai ketika merajut dibandingkan single crochet.



trc (treble/triple crochet) / tusuk triple







Langkah-langkah membuat tc (triple crochet) / tusuk triple

(1) Buat tusuk rantai sebagai dasar , buat 2 putaran benang pada jarum hakken kemudian masukkan jarum hakken ke lubang rantai nomor 5 sebelum lubang rantai yang terkait pada jarum hakken.

(2) Kaitkan jarum hakken pada benang panjang dan tarik melalui lubang rantai sampai membentuk 4 loop / 4 putaran.

(3) Tarik benang panjang melewati 2 loop.

(4) Tarik benang panjang melewati 2 loop berikunya.

(5) Tarik lagi benang panjang melewati 2 loop terakhir sehingga membentuk 1 tusuk triple.

(6) Buat panjang setengah tusuk ganda sesuai dengan kebutuhan



sl st (slip stitch) / tusuk selip

a. Tusuk selip loop/putaran





Langkah-langkah membuat tusuk selip putaran

(1) Buat tusuk rantai dasar dan masukkan jarum hakken ke lubang rantai paling awal

(2) Kaitkan jarum hakken pada benang panjang dan tarik melalui lubang rantai.


b. Tusuk selip baris rajut



(3) Kaitkan jarum hakken pada benang panjang dan tarik melalui lubang rantai.

Tusuk selip digunakan untuk menggabungkan baris rajut yang dibuat melingkar. Selain itu tusuk selip juga bisa digunakan untuk mematikan benang sebelum proses akhir rajut yaitu menembunyikan benang dangan menggunakan jarum jahit.

Mematikan Benang

Ketika seleai merajut, kita perlu mematikan benang agar rangkaian rahut yang kita buat tida terlepas. Untuk membuatnya, pindahkan jarum hakken dari kaitan benang terakhir lalu tarik benang panjang melalui lubang benang terakhir. Setelah itu pastikan benang tertarik dengan kuat. Agar hasil mematikan benang bisa maksimal, gunakan jarum jahit untuk menyembunyikan benang dengan menyisipkannya diantara rajutan yang telah kita buat.



Menjahit/menggabungkan 2 pola rajut


Langkah-langkah menggabungkan 2 pola rajut

1. Tempatkan 2 bahan rajut yang akan digabungkan dan pastikan sisi rajutan sama antara keduanya.

2. Mulai jahitan pada sisi paling ujung dengan menggunakan jarum jahit yang telah diberi benang panjang.

3. Masukkan jarum jahit dari sisi bawah sebelah kanan dan tarik ke atas

4. Masukkan jarum jahit ke sebelah sisi bahan yang lain dari atas ke bawah

Ulangi langkah 3 dan 4 untuk melanjutkan menjahit atau menggabungkan 2 bahan rajut sehingga membentuk pola zig zag diantara 2 sisi bahan rajut yang digabungkan.


Postingan Lama Beranda

 

blogger templates | Make Money Online